AKU BENAR-BENAR CEMBURU

TUHAN, aku benar-benar cemburu
cemburu pada benderang bulan di gelapnya malam,
cemburu pada kumbang, dengan mesra ia satukan putik dengan sang pejantan
cemburu pada rumput yg tetap tumbuh, tiada peduli berapakali terinjak..,

ALLAH, aku benar-benar cemburu,
atas hikmah yang diperruntukkan bagi yang terpilih,
seperti itulah ibuku cemburu, hingga berdoa dalam sebuah nama:
“kunamakan engkau arkandini leo hikmasari, agar selaksa hikmah menyertai”
AMIN..,

Posted in puisiku | Leave a comment

MEMBASAH

MEMBASAH..,`

Ketika kita tidak dapat membentuk sebuah kata dalam bicara. Begitu jua dengan jejeran atau deretan huruf, tiada dapat menerangkannya. Bahkan sejuta kata menjadi hampa, tanpa makna. Tiada yg bisa melukiskan arti sebuah luka yang  meluap-luap didalam dada ini. sesuatu yan membuat dada ini sesak, hatiku membeasah, begitu juga dengan pelupuk mataku.

 

Tuhan..,

Kau ingin mengajarkan sesuatu padaku bukan?? Ketika kita benci untuk dicaci, engkau memberi pelajaran padaku untuk tidak mencaci. Bukankah engkau maha lembut Tuhan. Ketika merasa luka di hina dina, engkau membisikkan sesuatu yang halus padaku. Sakit dada ini karena luka, benci, dengki serta segala caci. Dengan itu semua engkau membelaiku denan lembut, hingga sesuatu itu berbisik padaku: “karena engkau merasai luka maka janganlah engkau melukai”

ALLAH ., berkahilah hidup hamba…..,

Posted in Uncategorized | Leave a comment

kabar

“para sahabat senang menanyakan kabar. krn mereka senang mendengar ketika dijawab ‘ahamdulillah’ itu yan kau sms kan padaku.

sudah setahun, kita tidak bertatap muka, menatap mata satu sama lain. dan aku sekali-kali meng- sms mu. walau jarang sekali mendapatkan jawaban.

kemarin sebelum aku berbuka puasa, kucoba menelpon. kalimat pertama kuucap salam. lalu kutanyakan ‘kabarmu’ tapi dapat jawaban darimu bahwa engkau tidak bisa ditelfon. ada beberapa itu yang tidak  terdeengar olehku.

‘yowis” jawabku. lalu kuucapkan salam penutup dan kumatikan. aku mulai sansi terhadap diriku sendiri. berlebihkah aku menanyakan kabarmu mbak??

namun menginat engkau tidak pernah meresponnya yang sekian dan sekian kali.  seperti menyodorkan hipotesa, ‘menanyakan kabar itu mengangu’.

kecewa, ‘tentu saja iya’

dan aku menhormatinya. terbesit dalam piikiranku. aku mempunyai Tuhan yang menjagamu. setahuku bukankah enkau berbakti sekali pada-Nya?

mulai sekarang au tidak ingin mengganggumu dg menanyakan ‘kabar’. Tuhanku akan menjaagamu. ya Allah jangan selipkan rasa benci pada saudaraku, karena bukankah Engkau melarangya?

dan sayangilah mbak yang pernah menulis surat padaku,  jika ia pernah ‘CEMBURU’ padaku.

Posted in tulisn favoritku, Uncategorized | Leave a comment

aku

karena aku bukanlah purnama dipekatnya malam
bukan pula mentari yang menyinsing pagi
aku hanyalah seberkas cahaya, yang mengetuk-ngetuk pelupuk matamu
hingga engkau melihat sendiri bahwa sesuatu itu ada

Posted in puisiku | Leave a comment

aku ingin tuli

sekali ini saja,

aku ingin menjadi tuli,

sendiri, hanya bersama nurani…,

Posted in puisiku | Leave a comment

KETIKA WANITA JATUH CINTA

Aku hanya menjaga hati. Walaupun aku tidak sesuci maryam bin imron, aisyah ataupun Fatimah. Biarkan hijab itu tetap tertutup rapat. biarkan ia tersibak indah pada waktunya.

%&((*&^%$#@#%^*())_+*%#,

Bingung, tuts-tusts keyboard mana yang harus aku tekan. Untuk mewakili sebuah rasa tanpa ada luka. Sedangkan pada dialog chat ia sudah mengetikkan sepasukan huruf, aku yakin ia menunggu respon. Satu, dua, tiga, empat. Ada Empat pemberitahuan dilayar laptop. pertanda empat kali ia sudah menulis kalimatnya dalam chat. Bersamaan dengan itu layar memoryku otomatis terbuka ,merekap ‘sesuatu’ yang harus kusampaikan. tidak mudah sepertinya…,

****

“jika ia datang menawarkan cinta apa yang kau lakukan?” tanyanya dengan kasih. Aku mendiamkannya, tak ada jawaban dariku. “jika ia meminta jawaban kepadamu atas tawaran cintanya, padahal kau juga menyukainya?” kembali ia menanyakan pertanyaan yang sama. Matanya mengerling, seakan-akan menodong sebuah jawaban dariku. Ingin aku berlalu begitu saja dan tidak memberi jawaban apapun. Tetapi aku tidak bisa berpaling dari aura malaikatnya, dari bidadari tanpa sayapku. Aku tumbuh dari bagian tubuhnya. Aku bermula dari gumpalan darahnya. aku besar dengan menghisap air susunya. Wanita yang kusebut ibu itu, memang tidak bisa diacuhkan begitu saja. Apapun yang terjadi…

“ibu, tentu masih ingat cerita tentang cinta Fatimah, putri Rosululloh ? Cerita yang sangat romantis.” Kemudian aku becerita. kisah yang sudah sekian kali kuceritakan. “bermula ketika Fatimah jatuh hati pada seorang lelaki. Namun ia merasakan ketegangan yang sangat, ketika abu bakar berkeinginan meminangnya. Abu bakar adalah Sahabat yang tidak diragukan lagi keimanannya, hingga ia dijuluki ashidiq (pembenar). Berapa kali rosululloh sering menyatakan didepan umum bahwa orang yang paling dicintai adalah abu bakar asidiq. Ketegangan melanda Fatimah, ia mengharapkan orang lain. Tapi mengingat sosok yang datang itu adalah abubakar, rasanya Rosul akan menerimanya. Fatimah bisa lega sejenak, karena Rosululloh menolak sahabat yang paling ia cintai.

Tidak lama kemudian Fatimah merasakan ketegangan yang sama. Kala Umar yang datang. Umar bin khotob, sang singa padang pasir. Siapa yang tidak mengenalinya? ketegasannya dalam menegakkan kebenaran dan memerangi kebatilan membuatnya menjadi sosok yang disegani. Bahkan syaiton pun menyingkir apabila umar lewat. Fatimah kembali harus bersitegang dengan dirinya sendiri tatkala Umar datang untuk meminangnya kembali. Kelegaan yang dahulu Fatimah rasakan kembali ia alami. Karena Rosululloh kembali menolak lamaran itu.

Tetapi ketika pria kecil yang jauh lebih muda datang untuk meminangnya, Rosululloh malah menerimanya. pria itu jauh lebih muda dari sosok umar bin khattab. Tidak sekaya abu bakar, sangat jauh malah. Tetapi pria kecil itu harus menahan nafas ketegangan, hatinya tidak karuan ketika dimalam pertamnya Fatimah berkata: “maaf sebelumnya saya pernah jatuh cinta pada seorang pemuda..,”

Pria kecil itu begitu terpukul, hingga ia berucap “lalu mengapa kau mau menikah denganku..,??”Fatimah lalu mejawab:’karena pemuda itu adalah orang yang berdiri didepanku saat ini (pria yang ada dihadapannya adalah pria kecil itu)’ Jawaban surprise Fatimah memberi ending yang ‘so romantic’ kepada pria kecil, yang mempunyai nama asli: ali bin abi thalib” begitulah aku bercerita hingga selesai.

Kini tugasku kembali menjawab pertanyaan muara cintaku. “walau aku tidak sesuci maryam bin imron. Atau tidak semulia fatimah ataupun aisyah yang sedari kecil berada dalam madarasah nebawi, didik dengan tangan rosul sendiri. Tapi aku ingin menjaga hati seperti mereka. Bahkan yang membuatku terpukau, Fatimah begitu pandai menjaga kemuliaannya. Setanpun tak mampu menggodanya dalam asmara. Bahkan setanpun tidak tahu jika Fatimah jatuh cinta, ia begitu pandai menjaga perasaannya sendiri” aku mengerling padanya, tampaknya peri kecilku masih setia mendengarkan cerita panjangku. “jadi seandainya ada yang datang menawarkan cinta dan membutuhkan jawaban. Sedangkan saat itu aku belum siap, maka Tidak akan Kujawab IYA ” malaikat penjagaku Nampak terkejut. “walaupun engkau menyukainya?” Tanyanya, lebih tepatnya ia memprotes. “bagiku tidak ada komitmen, adanya ‘sekarang’ atau ‘tidak’. Tidak kubiarkan sedikitpun ada celah di hatiku untuk sesuatu yang belum ‘halal’ . aku haya ‘MENJAGA HATI’ …,”kataku meyakinkan.

“tapi bila kau juga menyukainya? Jika engaku mencintainya?” ia kembali bertanya.

“akan kukatakan saya tidak berkuasa menjawab ‘ya’ jika memang Allah menjodohkan, kelak pasti akan dapt bersatu. Jika takdir berkata lain, maka dia aka mendapatkan yang lebih baik bagiku. Begitu juga denganku, kelak akan mendapat yang lebih baik dari dia” aku tahu malaikat wanitaku rsanya masih belum puas. Malaikat ku menutup pembicaraan kami: “seorang pria tidak puas dengan jawaban seperti itu. Kau harus bilang terlebih dahulu jika kau ‘menyukainya’. Itulah kalimat yang dibutuhkan…,” ******

kembali pada layar laptop, yang merequest untuk menekan tuts-tutskeyboard. ‘dia’ ingin meminjam bukuku lewat pertemuan dia dan aku, dia meminta persetujuanku . Dengan yakin aku mengetik, hingga muncul dalam dialog chat kami: ‘mas bisa pinjam buku saya, tapi saya tidak bisa menemui mas. tahu kenapa???’ tak ada jawaban dari kalimat tanyaku. Masa bodoh, kuteruskan untuk mengetik karena saya takut calon suami saya tidak ridho, saya ketemuan dg mas.., saya memang punya calon suami, tapi saya tidak tahu dia siapa.., hehehehhehe…..,^_^” tidak ada sahutan lagi. Aku yakin ia orang yang paham agama. saya tetep ngotot menyerbunya dengan sepasukan kalimat lagi. ‘saya hanya ingin menjaga hati saja…., dan menurut saya, begitu juga dg ‘chat’ kita.., saya rasa, saya tidak bisa memberikan solusi.., jika mas ingin curhat, mungkin bisa pada orang yang lebih berkompeten…, (apa saya salah? menurut mas bagimana??)’ kali ini saya yang meminta sebuah persetujuan.

Dia mengirimkan sebuah kalimat ringkas. ‘aku cukup salut kamu tegas menjaga komunikasi’

Aku menutup dialog chat kami :’ kita chatnya kalu memang benar-benar perlu. tidak menutup kemungkinan saya akan memulai ‘chat’ dg mas, jika saya butuh pertanyaan.., terimaksih, selama ini telah menjawab pertanyaan-pertanyaan saya. “wassalamu’alaikum..,’ Kutekan tombol enter, dan aku merasa puas. Bicara hati, saya sepakat dengan saudaraku. Ia menuliskan dalam bait-bait indahnya, seperti ini: ‘ Hati wanita itu selembut kapas… Kau tau kapas ? Jika bagian ujungnya terkena setetes air, maka akan ikut basahlah seluruh bagiannya…

Itulah jawaban  panjang yang tidak dapat kukatakan, ketika teman-teman SMA ku dahulu panasaran. Mereka menebak-nebak, siapa kiranya yang aku taksir. Bahkan kerap kali diantara mereka bertanya :”dini kamu pernah jatuh cinta gak sih..,???”  pertanyaan itu hanya kujawab dengan slengekkan: ‘gini-gini saya juga masih normal lo, hehheheh..,”

Seandainya mereka tahu jawaban ya ng tersimpan didalam hatiku:

Walau aku tidak sesuci mariam binti imron. Atau semulia aisyah dan Fatimah. Saya hanya berusaha menjaga hati. Disini sudah ada alarm untuk ‘dilarang jatuh cinta’ aku hanya ingin mengalami jatuh cinta sekali saja, yang pertama sekaligus yang terakhir.

Jatuh cinta di saat pangeranku berikrar: ‘aku terima nikahnya….,’

Untuk sementara ini Biarkan hijab itu tetap tertutup rapat.  biarkan ia tersibak indah pada waktunya


Posted in tulisn favoritku | Leave a comment

insomnia

seseorang wanita datang ke kamarku. aku mengira mb ispri.  sosok itu langsung membangunkan jagaku. “cari apa mbak?, mbak siapa?”
“rika” jawabnya. oh, my roomate.

kucoba memejamkan mata, tapi  belum juga bisa tidur. padahal tadi siang belum tidur. kepalaku pening. akhirnya ku request mas sa’ad alghomidi untuk tilawah, tentu saja lewat laptopku.

aneh, biasanya tidak sampai 5 lembar aku kan tertidur. sudah satu juz, juga belum  mengantuk. akhhirnya kuputuskan untuk beranjak sholat sebanyak 8 raka’at.

“ya rab!!! aku lelah tapi juga belum bisa tidur. biasnya tidak sampai 5 menit aku sudah bisa tidur, ketika berbaring di kasur.

rabbi, apa yg sebenarnya terjadi. akhir-akhir ini kau selalu merasa da yg membuntuti. tidak tahu itu siapa. mungkinkah malaikat maut? BISA JADI….,

Posted in Uncategorized | Leave a comment

kesurupan

Jika jam 12 malam adalah saat-saat yang genting bagi Cinderella, begitu juga dengan kan dan ketujuh teman sekosnya. Peristiwa dimulai ketika mbak prie, mbak kos kan berkata ,”kan itu si jeje ada gak sih dikamar nya?”

“mana mungkin ada mbak, tadi aja kan ketok-ketok, gak ada sahutan . Kamarnya aja gelap gulita, padahal jeje kan paling takut gelap.”

Walhasil, kan mengalah dg instruktur mbak prie, ia membuka pintu kamar jeje yang gelap gulita. Sedangkan mbak prie, ia mencari senter untuk kan. Mbak prie adalah menteri pertahanan di assalam, tempat kontrakan islami. Walaupun badannya bertubuh besar dan terkenal paling galak, namun ia penakut. Ia takut dengan darah, orang pingsan, termasuk memasuki kamar si jeje pada saat itu.

“astaugfirulloh mbak, itu si jeje, ternyata ada dikamar..,” kan menggoyang-goyang tubuh jeje untuk membangunkan. Kemungkinan jeje berada dikamar terus tadi sore, begitulah kata mbak prie yang menjadi saksi, karena dari sore mbak prie berada dirunag tengah, serius baca buku, buku wajah alias face book maksudnya. Hehheheh..,

Kemudian  mbak prie pergi ke kamarnya nit-nit, personil satu-satunya yang ada dikontrakan, sebenarnya ada  mismis, tapi mismis sedang tertidur, ia tidur lebih awal dg niatan bangun lagi dan begadang  untuk menyelesaikan laporannya. “je, bangun je. Ayo bangun je..,” kan berusaha membangunkan jeje, tapi nihil jeje belum bisa bangun. Kan membangukan jeje sembari mencopot headset yg masih menyumpal di telinga jeje.  Lantas kan Mengambil hp dan kunci motor yang berada di genggaman tangan jeje.

“mbak jeje ayo bangun…,” sekarang giliran nit-nit yang berusaha membangunkanya. Walaupun nit-nit paling kecil di kontrakan assalam , tetapi ia kelihatan paling luwes. Ia benarkan tubuh jeje. ketika tahu bahwa jeje pingsan, kan  berlari membuatkan susu sementara mbak prie berusaha menghubungi mbak nene yang belum pulang dan mbak yul untuk bertanya-tanya. Cukup lama nit-nit dan mbak prie menyuapi jeje air gula dan susu sampai akhirnya ia mulai sadar. Lalu mbak nene datang dan menggantikan mbak prie mendudukkan jeje untuk di suapi nit-nit lagi. Saat itu mbak  yul alumni assalam dan mbak ul datang, maklum lulusan perawat itu di calling mbak prie untuk menolong si jeje.

Kan melihat iba pada si jeje, ia bermaksud tidak akan meninggalkan jeje. Walaupun ia tahu jeje sebenarnya tidak menyukainya. Entah apa alasannya, sampai sekarang belum diketahui. “kaki mbak jeje mulai dingin mbak” ujar nit-nit, “mbak jeje kok mengepalkan telapak tangan,..,” desah nit-nit khawatir karena menurut nit-nit, apabila mengepalkan tangan berarti psikologisnya lagi gak bagus. Berarti menyiksa diri atau menaruh dendam. Suasana di assalam semakin mencekam saja.

“astaugfirullah..,!!” kata kan setengah berteriak ketika ia melihat binatang yang besar  di almari yang terletak disebelah jeje terbaring, binatang itu seperti tikus tapi aneh semua tidak melihatnya.

“baca alqur’an kan, bacalah surat yang bisa menenangkan untuk si jeje” kata mbak prie.

Kan membuka mushafnya, ia memulai surat yang  mengingatkan akan nikmat Allah, yang juga merupakan surat favorit jeje. Yaitu ‘arrahman..,’ ketika ia baca sampai lima ayat tiba-tiba tubuh si jeje meronta dan mengerang. Tangan dan kakinya berontak. Kala itu si jeje ditemani kan dan mbak prie, kemudian mbak prie keluar untuk memanggil mbak nene di ruang tengah, kala itu semua personil assalam memang berada diruang tengah untuk diskusi.

“ne, si jeje dibacakan qur’an meronta”  kata mbak prie seperti memberi memorandum singkat.

“astaugfirulloh..,” dengan sigap mbak nene kembali ke kamar jeje, Nampak nya ia orang  pertama  yang menyadari akan ‘sesuatu itu’.

Ketika sampai di kamar jeje, mbak nene langsung memegang kedua tangan jeje. “pegang kedua tangannya..,” perintah mbak nene pada kan. Saat itu kan mulai meyadari ‘sesuatu itu’ kan memegangi tangan jeje sembari mengganti bacaan dari arrohman menjadi ayat-ayat ruqyah. “sekarang bareng-bareng membaca dimulai dari alfatihah, albaqoroh 1-5, ayat kursi  dan tiga ayat terakhir albaqoroh” setelah dibaca satu kali, kan kemudian berkata “ada yang batal wudhu gak?? Kalau batal tolong wudhunya dijaga dan pakai jilbab..,”.  Mbak prie keluar dari kamar, kembali memberi memorandum singkat layaknya bos pada semua personil yang ada diluar kamar jeje, “ambil wudhu, pakai jilbab dan bawa Al-Qur’an”.

Setelah sekian menit, semua berkumpul dikamar jeje dan membaca qur’an dengan nyaring. Semua memegangi tubuh jeje. Ada yang memegang tangan dan kaki. Kan beralih membisikkan ayat-ayat qur’an dengan keras tepat ditelinga jeje.

“jangan baca keras-keras!! Jeje memberontak” kan membisikkan semakin keras. Bahkan ia sempat meneriakkan kata-kata “keluar kamu, keluar.., apa harus dibakar?” sedangkan mismis tanpa diduga berani  memukul dengan keras kepala jeje, saking kerasnya hingga bersuara “BUGGGG!!!” orang-orang di assalam kembali membaca ayat –ayat qur’an lagi. “coba lakukan lagi mis, aku tidak tega melakukannya “ kata kan mengisyaratkan mismis untk melakukan sesuatu. “bug,,,!!!” terdegar suara lagi ketika mismis memukul kepala jeje lagi.

Mbak prie ditemani mb ul pergi ke rumah umi yang bisa merukyah tapi umi sedang tidak ada dan belum tau pulangnya kapan, lalu diskusi dengan pendamping santri yang menemui mereka sampai akhirnya mendapat rekomendasi nama sebagai pengganti umi. Sebelum menghubungi orang yang sudah direkomendasikan, mbak prie menanyakan kabar jeje melalui mb yul dan katanya jeje sudah sadar alias sembuh. Tak lama setelah mbak prie dan mb ul sampai di assalam, tiba-tiba mb yul  memanggil-manggil mbak prie, ternyata jeje kambuh lagi. Setelah semua personil datang ke kamar jeje untuk membantu kan memegangi tubuh jeje dan membacakan ayat-ayat Al-Qur’an, mbak prie dan mbak yul keluar untuk diskusi dan memutuskan untuk menghubungi rekomendasi nama perukyah  yang sudah diperoleh tapi beliau sedang dalam perjalanan pulang karena mendadak diminta pulang ke rumah oleh ibunya. Lalu langsung mencoba menghubungi ustadz lain yang bisa merukyah.

Sedangkan dikamar jeje keadaan sangat mencekam. Jeje mulai berani menyuruh mismis diam sembari berkata, ”jangan berteriak!!!” kakinya pun menjejak-jejak.

Beruntung ustadz Muhammad abdulloh berkenan hadir, walaupun saat beliau di telepon sempat berkata, “memangnya gak bisa ditangani sendirian mbak?? Karena ini sudah larut malam” memang kala itu jam menunjukkan pukul sebelas tepat.

Ketika ustadz Muhammad abdulloh sedang OTW, jeje sudah mau sholat. Bahkan ketika jeje melihat ustadz abdulloh, ia bersedia tilawah.

Kan dan mbak prie yang tahu kejadiannya dari awal menjelaskan yang terjadi apa adanya. Ustadz abdulloh masuk ke assalam, dan menanyakan pada jeje “apa yang dirasakan mbak?”

“tidak tahu ustadz, saya tidak tahu..,”

“oh, berarti rukyahnya sudah berhasil” kata ustadz Abdullah lantas memulai tauziahnya, “alam manusia memang yang paling sempurna dan banyak yang menginginkan. Masih ingatkan, dengan cerita iblis yang meminta diberi penagguhan karena ingin menggoda manusia. Jadi kita harus mengkondisikan diri kita dan menjaga sikap kita. Mungkin juga ada yang ‘mengirim’.  soalnya kemarin ada kasus akhwat (perempuan) yang kesurupan karena membuang pembalut sembarangan. Mungkin kali ini jinnya lagi iseng”  tutur ustadz Abdullah panjang.

Tiba-tiba Mismis nyeletuk, “hah, isengnya gak lucu…”.

“krik..,krik…,krik” semua personil assalam merasa gemas dengan mismis. Bagaimana bisa ia nyeletuk enteng kepada ustadz layaknya bicara pada temannya sendiri.

“ustadz, apakah saya boleh nanya?” kata kan memecah sunyi.

“silahkan..,” jawab sang ustadz pada kan.

“sejak kecil saya merasa diganggu, tetapi saya diganggu dalam keadaan tidur, dalam bentuk penampakan atau terkadang tindihan(kedaan sadar ketika tidur tapi tidak bisa bergerak) dan terakhir kali tu lebih fatal ustadz. Ketika dalam keadaan tidur, saya meronta-ronta. Kepala saya geleng-geleng ke kanan dan kekiri tanpa bisa saya kuasai. Saat itu saya dalam hati membaca hafalan ayat setelah ayat kursi yang ‘allahuwaliyuladzina.., (allah adalah pelindung bagi orang mukmin…)”, saya juga menyruh makhluk yang tidak saya ketahui untuk bersyahadat. Ia akhirnya bersyahadat, tapi aneh ustadz suara yang keluar dari ulud saya itu nenek-nenek.  Tidak hanya saya yang mendengarnya, ada orang lagi yang menjadi saksinya, ia adalah si mismis”  kata kan menjelaskan panjang lebar. Sambil melirik si mismis yang mengangguk-angguk, tanda membenarkan.

“tidak papa, kita harus menjaga diri” jawab ustadz pendek, sebenarnya kan berharap ustadz member wejangan yang panjang. Mumpung ustadz yang kan fans-nin  datang ke asalam jarang-jarang lho. Ustadz abdulloh ini adalah ustadz yang paling kan ngefans, kalau kajian diisi oleh ustadz ini kan selalu datang awal dan duduk didepan sendiri. Malahan ia tak malu mebawa meja yang ada di pojok mushola,  ia geser ke depan sebagai alas tulisnya, padahal semua jama’ah tidak membawa meja lho. Sebenarnya kan malu juga sih, tapi rasa it masih kalah dengan semangatnya kan unuk menulis semua materi ustadz abdulloh. Kan mendongakkan kepala melihat jam tepat jam setengah dua belas, kejadian yang mencekam itu berakhir. Karena sudah tidak terjadi apa-apa, ustadz berpamitan pulang.

Beberapa personil assalam menghantarkan ustadz. Kan ingin sekali mengucapakan ‘jazakalloh (terimakasih yang diperuntukkan untuk laki-laki) tapi karena saat itu suasan sedang kacau apalagi kan grogi berhadapan dengan sang ustadz.  kan takut salah mengucapakn “jazakillah” (kata terimakasih untuk wanita) wah, bisa berabe. Akhirnya kan mengambil jalan aman untuk berkata, ”terimakasih ustadz”

Keadaan kembali tenang setelah jam  menunjukkan angka dua belas malam. Kelihatanya si jeje tenang-tenang saja. Malah ia mempermasalahkan hal-hal kecil “mengapa kamarnya berantakan, mengapa teko yang tadi digunakan untuk membuat air gulanya jadi gosong” dan ia hanya menanggapi enteng perihal kejadian ‘aneh tadi’ jeje hanya berkomentar enteng “mungkin ada yang ingin berkunjung”.

Sedangkan personil salima  yang lain mulai heboh kembali. Si nit-nit khawatir ia belum belajar untuk praktikumnya. Si mismis apa lagi laporannya semakin menumpuk, mbak prie malah batal untuk mencuci dan mengerjakan tugas tambahan PSM untuk menambah skor PSMnya, maklum sedang mengulang jadi kali ini ia punya target harus lolos.

Sedangkan kan punya kebiasaan sulit tidur ketika sudah jam dua belas malam. Kan sering diganggu makhluk asing pada jam-jam aneh seperti itu.

Sorenya ketika personil assalam berkumpul termasuk mbak yul. Kini mulai mengangkat hal-hal ganjil yang terjadi semalam.

“saya curiga kemarin itu si jeje pura-pura atau beneran ya mbak?” Tanya kan.

“wallahu’alam bi shawab” jawab mbak prie singkat tapi bermakna.

Tiba-tba ditengah pembicaraan it mbak yul datang, “saya juga curiga hal itu dibuat-buat”

“hal ganjilnya adalah, ketika kita kerumah umi buat merukyah, keadaanya baik-baik saja. Lalu ketika gak jadi keadaanya kembali memburuk. Lantas ketika ustadz datang keadaan kembali baik” kata mbak prie, sebagai ‘Public relationnya’ kejadian kemarin, ia merasa dipermalukan.

“malahan ia sempat tilawah, pandangannya tidak kosog, denyut nadinya normal. Kalau masalah matanya merah wajarlah jika sudah sekian lama ia tidur” ujar mbak yul lantas ia berujar bijak, “udahlah hal itu tidak usah diperdebatkan. Kita ambil pelajarannya saja. Intinya ita harus meperkuat ruhiyah kita”.

Hmmn, ituah peristiwa yang terjadi semalam. Yang berakhir wallahhu’alam. itu peristiwa beneran atau pura-pura. Yang jelas kan sempat terisak ketika membaca keras-keras ayat qur’an pada saudara yang dicintainya. Yang jelas dari peristiwa semalam mengajarkan pada kan akan bentuk kepasrahan akan sesuatu hal yang tidak kita ketahui.

Namun jika itu pura-pura hanya untuk sekedar mencari perhatian, hmmm begitu banyak yang akan dimubadzirkan. Tenaga kita sampai jam 12 malam. Mbk yul dan mb ul yang malam-malam datang ke assalam, padahal rumahnya jauh. Mbak prie yang mondar-mandir dan gak jadi belajar PSM(mata kuliah di statistic yang cukup mengerikan) si nit-nit yang gak jadi belajar buat praktikum. Dan si mismis yang dari kemarin murung kini tambah murung karena tugas laporannya makin menggunung. Mbak nene yang tidak bisa menahan kantuk akhirnya bolos kuliah pada jam pertama. Dan tentu saja hal ini  tidak mengenakkan bagi sang ustadz.

Jika yang dicari adalah perhatian, kasih sayang orang lain, mengapa ia tidak mencoba mendapatkannya dengan memberikan hal yang serupa. Dan membagi perhatian dan cinta jangan terlalu focus pada satu orang saja. Terlalu sayang atuh, perbanyaklah berbuat baik, perbanyaklah berbagi cinta. Maka ridho Allah akan mengalir, entah itu di dunia atau di akhirat akan dibalas dengan banyak cinta, Allah yang lebih bijak bagaimana membalasnya.

Tapi satu hal yang kan pegang, rahsia mendapatkan cinta. Cinta itu permasalahan hati. Dan yang mempunyai hak prerogatifnya adalahALLAH. Jika kita ingin dicintai maka cintailah ALLAH. Karena dengan mencintai ALLAH kita tidak akan bertepuk sebelah tangan, tapi akan mendapatkan lebih dan lebih. Sesuai hadis yang diriwayatkan oleh bukhari dan muslim berikut, “Barangsiapa yang mendekat kepada-Ku satu hasta maka Aku akan mendekat kepadanya satu lengan, dan barang siapa mendekat kepada-Ku satu lengan maka Aku akan mendekat kepadanya dua lengan, dan jika ia menghapd kepada-Ku dengan berjalan maka Aku menemuinya dengan berlari”. (Hadits diriwayatkan oleh Bukhari-Muslim)

Jika kita sudah mendapat cinta Allah maka kita akan mendapatkan cinta ‘more than we want’ lebih dari yang kita inginkan, Allah membalasnya dengan lebih indah seperti yang diriwayatkan dalam sebuah hadist yang juga diriwayatkan bukhari dan muslim:  “Apabila Allah cinta pada seorang hamba, maka Dia akan memanggil Jibril dan memberitahukan padanya, “Allah telah cinta kepada Fulan, maka cintailah engkau padanya.”.  Kemudian disiarkan kepada sekalian penghuni langit, sesungguhnya Allah cinta kepada Fulan, maka cintalah kamu sekalian padanya. Dan setelah dicintai penduduk langit, diberinya kemudahan kepada orang bumi.”
(HR. Bukhari Muslim).

Sebenarnya simple bukan???

Minggu, 17 April 2011

Posted in cerpen(serial) | Leave a comment

menjadi

Saya ingin menjadi air untuk menghilangkan rasa dahaga.

Saya ingin menjadi cahaya untuk melenyapkan kegelapan.

Saya ingin menjadi  awan yang mengabarkan datangnya hujan kepada tanah kemarau.

 

Posted in puisiku | Leave a comment

iam tired

menjatuhkan tetesan air mata diantara deru ombak yang garang.  berteriak lepas ditengah lautan luas. atau meludah diantara pusara samudra. disana bebas tanpa batas. tiada orang yang tahu ketika   berteriak hingga lelah . aku kelelahan, karena terlalu jauh diriku yang sebenarnya dengan apa yang aku ingnkan.

Posted in Uncategorized | Leave a comment